.::[Selamat Datang]::.

TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG KE GUBUG BLOG
PENGUNJUNG YANG BUDIMAN, KOMENTARNYA JANGAN LUPA YA.. SELAMAT MEMBACA..

Senin, 21 Mei 2012

Bahaya Dalam Popok Sekali Pakai

 
Bunda/Ayah, ada artikel di internet (http://www.realdiaperassociation.org/diaperfacts.php) yang membahas fakta tentang diaper (Diaper Fact).
Artikel tersebut mengungkapkan bahwa adanya zat kimia berbahaya pada popok disposable seperti
  1. Traces of Dioxin, zat kimia berbahaya, produk sampingan dari proses pemutihan kertas. Dioxin ini adalah penyebab kanker nomor satu. Dioxin sudah dilarang di banyak negara maju, tapi tidak tahu di Indonesia sudah terlarang kah?
  2. Tributyl-tin (TBT) – pollutan beracun yang diketahui menyebabkan masalah hormonal di manusia dan binatang
  3. Sodium polyacrylate, polimer berdaya serap super (Super Absorbent Polymer/SAP) yang menjadi jelly saat terkena cairan. Sejak tahun 1980 diketahui bahwa bahan ini meningkatkan resiko toxic shock syndrome.

Juga disebutkan bahwa suhu testis bayi laki-laki meningkat saat menggunakan popok disposable dan penggunaan popok disposable dalam jangka panjang beresiko anak tersebut menjadi mandul. Impact terhadap lingkungan hidup dari pemakaian popok disposable ini juga sangat besar: 
  1. Intruksi membuang popok ke toilet ternyata jarang dipatuhi para orang tua. Mereka suka membuang popok bersama dengan popok disposable tersebut ke pembuangan sampah.
  2. Tidak diketahui berapa lama popok disposable bisa di degradable oleh bumi, mungkin 250-500 tahun lagi
  3. Limbah popok disposable banyak dan juga perlu lebih banyak bahan baku kayu.
  4. Efek samping dari penggunaan popok disposable adalah alergi, merah-merah gatal (ruam) pada pantat bayi (nappy rash).

Selain itu biaya yang harus dikeluarkan orang tua juga besar, selama 2 tahun, seorang anak membutuhkan kira-kira 6000 pcs diapers, kalikan saja dengan Rp 2000,-/pcs popok disposable jadi total sekitar Rp 12jt harus dibuang ke tempat sampah (kalau pospak pull-up, hitungan menjadi Rp 3000,-/pcs, karena pospak celana pull-up harganya lebih mahal). Dari hitungan volume sampah, sekitar 6000 pcs x 150gram popok bekas pakai yang sudah dipipisi = 900kg sampah.

Untuk informasi hemat dan issue lingkungan, artikel DiaperFact tersebut masuk akal, bagaimanapun juga ini adalah pilihan kita sebagai orang tua. Bukankah lebih baik kembali ke alam ?Mungkin ada Ayah Bunda yang belum siap beralih ke popok kain karena ‘mitos’ ribet/bocor harus ganti tiap kali pipis. Ayah Bunda, sekarang popok kain telah berevolusi menjadi lebih modern. Popok kain modern semudah popok disposable, tidak bocor, lebih aman, lebih ramah lingkungan dan jauh lebih hemat. Cobalah dengan 1 Popok Kain Modern (merek apapun), demi anak kita, demi kantong Anda dan demi Bumi kita.
 
 


Baca Juga Artikel Berikut:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tolong Komentar Tentang Hal Yang Positif.... Sebelumnya Maaf Jika Komentar Anda Tidak Saya Balas, Karena Ini Hanya Blog Pribadi Saya yang Saya Kelola Sendiri dan Saya Juga Tidak 24 Jam Online...
Terima Kasih...